Bahan bakar yang tercemar air cukup berbahaya bagi mobil, khususnya yang bermesin bensin. Dikarenakan mobil bermesin bensin berbeda dengan mesin diesel. Kalau di diesel sudah menggunakan filter sedimenter guna menyaring air.

Sedangkan filter penyaring air Ini tidak dimiliki oleh mobil  bermesin besin. Karena itu, efek kandungan air pada mesin bensin bisa menggangu proses pembakaran.

Air yang terbawa masuk dari tangki ke ruang bakar akan membuat proses pembakaran tidak berjalan normal. Akibatnya, tarikan mobil bisa berebet.

Akibat kontaminasi air di tangki bahan bakar, dampak yang disebabkan bisa menggangu kinerja mesin. Memang air bukan sahabat yang baik untuk sistem bahan bakar di kendaraan kita. Kehadirannya bisa membuat kendaraan menjadi mogok.

Masuknya air ke sistem bahan bakar kendaraan biasanya melalui tangki BBM mobil. Bisa karena tangkinya sudah mulai bocor atau bisa juga dapat BBM yang sudah tercampur air di SPBU.

Pabrikan sebenarnya sudah mengantisipasi hal ini dengan memasang sekat air. Namun, peluang bocor tetap saja ada.

Lantas, bagaimana caranya untuk mengetahui jika air masuk ke tangki bahan bakar? inilah beberapa gejala air merembes ke tangki bensin :

  1. Kondisi Tangki

Sesekali, coba lihat kondisi tangki mobil. Jika muncul karat, artinya air sudah masuk ke dalam tangki. Pasalnya, massa jenis air yang lebih berat membuatnya mengendap di dasar tangki.

Hal itulah yang akhirnya menyebabkan tangki BBM mobil berkarat. Masalah akan bertambah jika karat yang rontok sampai masuk ke mesin.

2. Performa Turun

Kandungan air juga dapat mengurangi efisiensi pembakaran. Akibatnya, akselerasi akan menurun dan konsumsi bahan bakar cenderung meningkat.

Selain itu, mesin juga akan sering mati karena kadar air sudah telanjur tinggi. Bahkan, air yang merembes bisa menggagalkan pembakaran yang terjadi pada mesin.

  1. Keluar Uap dari Knalpot

Jika kadar air tidak terlalu banyak maka ia akan menguap ketika terjadi pembakaran. Uap yang terbentuk kemudian dikeluarkan dari knalpot. Selain itu, akan ada tetesan air dari knalpot akibat kondensasi.

Jadi, suplai bahan bakar yang terkontaminasi tidak bisa menghasilkan pengapian yang sempurna, bahkan bisa membuat busi mati. Jika seperti itu, maka akan berdampak pada tenaga menjadi pincang dan mesin ikut mati.

Meski cukup fatal, tetapi selama kadar airnya lebih kecil dari bahan bakar tidak akan sampai membuat mesin menjadi jebol. Selama volume air lebih sedikit dari bahan bakar, contohnya seperti dari hasil kondensasi di tangki, paling hanya gejala itu saja tidak sampai menyebabkan water hammer.

 

Efek Mesin Jika BBM Bercampur dengan Air

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *