Tak dapat dipungkiri bahwa banyak pemilik sepeda motor maupun mobil mencampurkan BBM untuk asupan kendaraannya. Seperti mengombinasikan Premium, Pertamax hingga Pertamax Turbo atau Racing.

untuk melakukan pencampuran bahan bakar bukan persoalan boleh atau tidak, melainkan hasil performa yang akan didapat.

jika awalnya konsumen mengisi Premium, kemudian dicampur dengan Pertamax Turbo, maka hal itu tidak akan memperbaiki secara performa dan value for money. Begitu juga sebaliknya, itu sama saja menurunkan kualitas bahan bakar.

Premium itu BBM polos tanpa diapa-apain. Keluar dari kilang dalam bentuk nafta (bahan baku jenis hidrokarbon cair), yang nantinya diolah tergantung pesanan. Jika dipesan untuk dijadikan Premium, barulah diracik menjadi Premium.

Ibarat makanan, Nafta diolah dengan bahan-bahan kimia tertentu sesuai tujuan pengolahannya, tanpa micin, bawang, garam, dll. Setelah jadi, ya udah, gitu aja.

Sementara pada Pertamax dan Pertamax Plus, bahan kimia nya berbeda. Ibarat masakan, bumbu-bumbunya berbeda. Selain itu pada Petamax juga ada bahan adiktif pembersih yang tidak ditemui pada Premium.

Sebagai contoh: kalau minum teh, kemudian dikasih setetes madu, rasanya nggak akan ada efeknya, Ngga ada beda rasa.

Artinya, untuk mengejar nilai oktan, sistem oplos bisa, tapi karena komposisi sudah berubah dari spek, maka zat adiktif yang berfungsi untuk membersihkan mesin jadi tidak bekerja, alias mesin akan tetap kotor.

Pemilik yang ingin mendongkrak performa mobil bahkan ada yang mengisi BBM dengan bensin beroktan yang lebih tinggi. Buntutnya, mereka terpaksa merogoh kocek lebih dalam.

Dalam kondisi ini, indikator BBM bisa menyala menandakan adanya masalah, contohnya ada gangguan pada sistem asupan bahan bakarnya. Efek buruk lain dengan pencampuran oktan bisa saja menyebabkan mesin mengalami gejala knocking (detonasi) atau ‘ngelitik’.

Percuma saja beli yang lebih mahal. Pengguna hanya lebih boros uang yang dikeluarkan, tapi enggak terasa lebih hemat atau mobilnya lebih enteng.

Sebaiknya ikuti aja aturan yang sudah ditentukan oleh pabrikan. Mesin sudah didesain dengan oktan tertentu untuk mendapat performa maksimal dari hasil pembakaran di mesin.

Pengendara pun bisa merasakan kendaraannya cocok dengan bahan bakar sesuai dengan rekomendasi pabrik. Bila penasaran, bisa dicoba dengan mengisi bensin dengan oktan berbeda secara bergantian.

Apa Dampak Mencampur BBM yang berbeda?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *